Keuntungan dan Kerugian Membeli Rumah Bekas

March 28th, 2014 No comments

Kini membeli rumah tidak harus baru, rumah bekas pun menguntungkan dan layak huni. Berikut beberapa keuntungan membeli rumah bekas:

  1. Bangunan rumah sudah berdiri sehingga kita dapat melihat bentuk dan kualitas bangunan sesungguhnya.
  2. Lingkungan sosial sudah terbentuk, seperti tetangga, sistem keamanan, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas lainnya.
  3. Infrastruktur kawasan sudah tersedia, seperti jalan, taman, listrik, clan air.
  4. Harga bangunan dan rumah dapat ditawar, apalagi jika pemilik lama sedang membutuhkan uang.
  5. Bangunan dapat langsung ditempati pemilik baru Read more…
Categories: Uncategorized Tags:

Investasi Melalui Obligasi Perusahaan Properti

March 25th, 2014 No comments

Obligasi (Bond) adalah surat utang jangka menengah dan jangka panjang yang dapat dialihkan. Obligasi berisi janji dari pihak Penerbit Obligasi untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak Pembeli Obligasi. Jadi, dalam transaksi Obligasi dapat berakibat hukum terjadinya utang-piutang. Perusahaan Penerbit Obligasi disebut pihak yang memiliki utang (ber-utang/debitur), sedangkan Pembeli Obligasi disebut pihak yang memiliki piutang (ber-piutang/kreditur).

Perbedaan antara Saham dan Obligasi, antara lain:

a)    Saham adalah bukti kepemilikan perusahaan, sedangkan Obligasi adalah bukti utang perusahaan.

b)    Obligasi memiliki saat jatuh tempo, sedangkan Saham tidak memiliki saat jatuh tempo.

c)    Perusahaan penerbit Obligasi tetap wajib membayar bunga dan pokok utang meskipun merugi, sedangkan penerbit Saham yang sedang merugi tidak wajib membagikan keuntungan (dividen).

d)    Perusahaan penerbit Obligasi yang tidak mampu membayar bunga dan pokok utang dapat dipailitkan, sedangkan perusahaan penerbit Saham yang tidak dapat memberikan dividen tidak dapat dipailitkan.

 

Jenis obligasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia ada 3 macam:

a)    Corporate Bonds, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau badan usaha swasta.

b)    Government Bonds, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah RI.

c)    Retail Bond, yaitu obligasi yang diperjualbelikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baik dalam bentuk Corporate Bonds maupun Government Bonds.

 

Karakteristik obligasi meliputi hal-hal berikut

  1. Nilai Nominal (Face Value) adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.
  2. Kupon (the Interest Rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulan). Kupon obligasi dinyatakan dalam annual persentase.
  3. Jatuh Tempo (Maturity) adalah tanggal saat pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi, mulai dari 365 hari sampai di atas 5 tahun. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun akan lebih mudah diprediksi sehingga memiliki risiko lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, maka semakin tinggi kupon/bunganya.
  4. Penerbit Obligasi / Emiten (Issuer). Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi Obligasi Ritel.

Mengukur risiko/kemungkinan penerbit obligasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat, seperti PT PEFINDO atau PT Kasnic Indonesia.

Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang,harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan:

  1. Par (nilai Pari): Harga obligasi sama dengan nilai nominal. Misal: obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp50 juta = Rp50 juta.
  2. At Premium (dengan Premi): Harga obligasi lebih besar daripada nilai nominal. Misal: obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai obligasi tersebut adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 5l juta.
  3. At Discount (dengan Diskon): Harga obligasi lebih kecil daripada nilai nominal. Misal: obligasi dengan nilai nominal RpSO juta dijual dengan harga 98%, maka nilai obligasi tersebut adalah 98% x Rp 50 juta = Rp49juta.
Categories: Uncategorized Tags:

Macam-Macam Toko Modern

March 20th, 2014 No comments

Toko Modern (modern store) dapat berbentuk Supermarket, Hipermarket, Department Store, Minimarket, Specialty Store, dan Perkulakan/Grosir. Supermarket atau Pasar Swalayan adalah toko modern yang menjual segala macam kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, dan barang kebutuhan konsumen, seperti sabun mandi, pasta gigi, tisu, dan lain-lain. Supermarket memiliki luas lantai penjualan 4-00 m2 hingga 5.000 m2 sehingga lebih luas daripada minimarket, namun lebih kecil daripada hipermarket. Contoh supermarket, antara lain Hero, Super Indo, Matahari, Yogya, Hari-Hari, Sogo, dan lain-lain. Beberapa merek supermarket juga menjadi merek department store, misalnya Matahari, Sogo, Yogya, Hari-Hari, dan lain-lain.

Minimarket atau Toko Swalayan adalah toko modern yang berukuran Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Jenis Rumah Berdasarkan Target Konsumen

March 20th, 2014 No comments

Secara umum dikenal tiga jenis rumah berdasarkan target konsumen yang ingin diraih, yaitu rumah kelas atas (rumah mewah), rumah kelas menengah, dan rumah kelas bawah. Rumah kelas bawah umumnya berukuran kecil, berharga murah, dan mendapat subsidi negara. Pemerintah mencanangkan program hunian berimbang (model 1:2:3) yang harus dilaksanakan oleh para pengembang, yaitu setiap pembangunan 1 unit rumah kelas atas harus diikuti 2 unit rumah kelas menengah clan 3 unit rumah kelas bawah. Dengan adanya program semacam itu, potensi kesenjangan sosial di masyarakat diharapkan dapat diperkecil.

Rumah Tapak (landed house) adalah rumah yang bangunannya menapak langsung dengan tanah. Rumah tapak ada yang berupa rumah berlantai satu rumah tingkat”, yaitu Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Bantuan Modal berupa Peralatan dari Pemerintah

March 8th, 2014 No comments

Beberapa dinas pemerintahan yang memang berhubungan dengan kewirausahaan juga mempunyai program untuk mendorong wirausaha di Indonesia. Bantuan modal tidak hanya berupa uang, tetapi berupa barang seperti mesin – mesin.

Salah satu dinas yang memberikan bantuan modal adalah Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Pada 2012, Disperindag Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada para wirausahawan baru. Bantuan yang diberikan berupa mesin, tenda untuk kaki lima, kulkas, dan peralatan lain. Bantuan tersebut diberikan kepada wirausaha baru.

Pemerintah kota juga ada yang memberikan bantuan peralatan kepada penyandang disabilitas. Salah satunya adaiah Pemkot Samarinda. Bantuan peralatan usaha yang diberikan tersebut berupa peralatan menjahit, perbengkelan, peralatan pembuatan kerupuk, dan lain – lain. Kabupaten lain, seperti Kulon Progo, juga pernah memberikan peralatan bagi peserta bimbingan manajemen usaha berupan peralatan mesin jahit.

Categories: Uncategorized Tags:

Cara Mendapatkan Modal melalui Kerja Sama dengan Pemilik Modal Lain

March 8th, 2014 No comments

Salah satu cara dalam mendapatkan modal adatah melakukan kerja sama dengan pemilik modal lain. Sebelum membangun sebuah usaha, kita harus menentukan badan usaha apa yang dipilih. jenis badan usaha bermacam-macam, seperti perusahaan perseorangan, firma, CV, PT, dan lain~lain.

Kedudukan orang yang kita ajak kerja sama patut diperhatikan pula. Apakah kita hanya menawarkan sistem investasi sehingga dia hanya menjadi investor atau kita menawarkan posisi dalam perusahaan. Pemilik modal tersebut dapat berupa teman atau pengusaha lain yang kita ajak kerja sama. Melakukan kerja sama dengan pemilik modal juga harus dilengkapi dengan surat perjanjian yang sah secara hukum sehingga jelas kedudukannya di mata hukum.

Sebagai orang yang mengajak untuk melakukan kerja sama, sebaiknya Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Cara Menimbulkan Semangat dalam Memiliki Property dan Apartement

March 8th, 2014 No comments

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk perlahan menghilangkan hal-hal yang menghambat diri Anda untuk memulai bisnis properti adalah dengan merubah cara Anda bertanya kepada diri Anda sendiri. Setidaknya kata “mengapa” adalah kata yang paling sering digunakan untuk bertanya. Misalnya: Mengapa saya tidak mempunyai uang untuk membayar uang muka? Mengapa saya gagal mendapatkan properti yang saya inginkan?. Jawaban yang mungkin Anda peroleh adalah jawaban yang bernada penyesalan, putus asa, menyalahkan keadaan, frustasi, dan sejenisnya.

Namun, jika Anda mengubah kata tanya “mengapa” dengan “bagaimana”, maka pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda adalah: Bagaimana caranya agar saya tetap bisa mendapatkan properti walaupun tidak mempunyai uang untuk uang muka? Bagaimana caranya agar saya berhasil?

Ternyata hanya dengan merubah kata tanya maka efek Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Peraturan Apartement Bersubsidi Kategori III (Penghasilan Rp 1,2-2,5 juta per P bulan)

March 7th, 2014 No comments

Apartemen Bersubsidi biasa sering juga disebut rusunami (rumah susun sederhana milik), Berdasarkan peraturan Kemenpera No.7 / Permen / M / 2007, subsidi rusunami sebagai berikut.

-        Mendapat maksimum selisih bunga bersubsidi terhadap bunga pasar sebesar 5% per tahun

-        Mendapat bantuan uang muka Rp 7 juta

-        Batas maksimum rusunami yang dibeli adalah Rp75 juta

-        Minimum uang muka 10%

-        Maksimum KPR Rp 67.500.000

Categories: Uncategorized Tags:

Syarat Mendapatkan Kredit

March 7th, 2014 No comments

Dalam hal persyaratan KPA dan mekanismenya, tidak berbeda jauh dengan KPR rumah biasa. Masing-masing bank menetapkan persyaratan yang berbeda-beda. Sebagai gambaran, berikut ini persyaratan dari

Bank BCA untuk pengajuan KPA:

  1. Pemohon adalah WNI dengan status karyawan tetap, pengusaha, atau profesional
  2. Lama bekerja atau berusaha minimal 2 tahun
  3. Usia minimum pemohon adalah 21 tahun, dan usia maksimum pemohon pada saat kredit berakhir adalah 55 tahun untuk karyawan, dan 6D tahun untuk pengusaha atau profesional
  4. Angsuran (pokok bunga) dari seiuruh jumlah utang yang ada (di BCA + bank Iain) + permohonan baru maksimal 1/3 kali dari gaji kotor pemohon/joint income suami+istri
  5. Pemohon wajib menutup asuransi (jiwa & kebakaran) dengan syarat banker’s clause
  6. Bersedia menandatangani perjanjian kredit dan APHT
  7. Pembayaran angsuran secara autodebet dari rekening pemohon yang bersangkutan di BCA
  8. Mengisi formulir aplikasi dan melengkapi persyaratan dokumen yang dibutuhkan

118

119-1

119-2

120-1

120-2

121-1

121

Categories: Uncategorized Tags:

Akta Pemberian Hak Tanggungan

December 4th, 2013 No comments

NO:………/……….

Lembar Pertama/Kedua

Pada hari ini, […..] tanggal […] bulan […….] tahun [….........] hadir dihadapan saya [.....................................] yang berdasarkan Surat Keputusan [..........................] tanggal […….] nomor [……..]
diangkat/ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang selanjutnya disebut PPAT, yang dimaksut dalam PASAL 7 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, dengan daerah kerja [...............................................] dan berkantor di [...........................] dengan dihadiri oleh saksi yang saya kenal dan akan disebut pada bagian belakang akta ini
I. 1. [………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

Pemenang hak atas tanah/hak milik atas satuan rumah susun yang akan dibebani hak tanggungan, selanjutnya disebut Pemegang Hak;
2. [………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

Pemilik
Selaku pemberi hak tanggungn, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA [………………….]
I 1. [………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

Selaku penerina hak tanggungan, yang setelah hak tanggungan yang bersangkutan didaftarkan pada kantor pertahanan setempat akan bertindak sebagai pemenang hak tanggungan, untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA [……………..].

Para penghadap dikenal oleh saya/penghadap
saya kenal dan yang lain diperkenalkan oleh kepada saya/para penghadap diperkenalkan kepada saya oleh saksi pengenal yang akan disebutkan pada akhir akta ini [………………]

Para pihak menerangkan: […………………………………………………………………...].
Bahwa oleh PIHAK KEDUA dan
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

Selaku Debitor, telah dibuat dan ditandatangani perjanjian utang-piutang yang dibuktikan dengan: [……………………………………………………………..]
- Akta tanggal [….] nomor […..] dibuat dihadapan [……………………….] yang salinan resminya diperlihatkan kepada saya: […………………………..]
- Akta di bawah tangan yang bermmterai cukup, dibuat di tanggal […………….] nomor […………….] yang aslinya diperlihatkan kepada saya, […………………………………….]
- Bahwa untuk menjamin pelunasan utng debitor sejumlah Rp [………………...........................................................................]/sejumlah uang yang dapat ditentukan di kemudian hari berdasarkan perjanjian utang-piutang tersebut di atas dan penambahan, perubahan, perpanjangan, serta pembaruannya (selanjutnya disebut perjanjian utang-piutang) sampai sejumlah nilai tanggungan sebesar Rp [………].

Oleh PIHAK PERTAMA diberikan dengan akta ini kepada dan untuk kepentingan PIHAK KEDUA, yang dengan ini menyatakan menerimanya, Hak tanggungan dan peraturan-peraturan pelaksanaan atas obyek (obyek-obyek) berupa:
[......] hak atas tanah/hak milik atas satuan rumah susun yang diuraikan dibawah ini:[…………………………….]
- Hak milik/hak guna usaha/hak guna bangunan/hak pakai: […………..]
Nomor [………………] atas sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam surat ukuran/gambar situasi tanggal […………] nomor [……………] seluas [……….] m2 (meter persegi) Dengan nomor identifikasi bidang tanah (NIB)

[……………………………………………]
Terletak di: [………………………………..]
- Provinsi : [………………………………]
- Kabupaten/kotamadya : [………………………………]
- Kecamatan : [………………………………]
- Desa/kelurahan : [………………………………]
- Jalan : [………………………………]
yang diperoleh pemenang hak berdasarkan: [……….]
- Hak milik/hak guna usaha/hak guna bangunan/hak pakai: […………..] atas sebagian tanah hak milik/hak guna bangunan/hak pakai nomor [……………] dengan nomor identifikasi tanah (NIB) [……………….], yaitu seluas kurang lebih [………….] m2 (meter persegi), dengn batas-batas: [............................................................] sebagaimana diuraikan dalam surat ukuran/peta tanggal [……..] nomor [………..] yang dilampirkan pada akta ini terletak di: [………………………………………………..]
- Provinsi : [………………………………]
- Kabupaten/kotamadya : [………………………………]
- Kecamatan : [………………………………]
- Desa/kelurahan : [………………………………]
- Jalan : [………………………………]

yang diperoleh pemegang hak berdasarkan: [……….]
- [………………………………]
- [………………………………]
Hak milik atas sebidang tanah: [……………………] persil nomor […] blok [……. ] Kohir no [………… ] seluas kurang lebih [……… ] m2(meter persregi), dengan batas-batas:
- [………………………………]
- [………………………………]
sebagaimana diuraikan dalam peta tanggal […………] nomor [………] yang dilampirkan pada akta ini […… ] terletak di: [………………………………………………..]
- Provinsi : [………………………………]
- Kabupaten/kotamadya : [………………………………]
- Kecamatan : [………………………………]
- Desa/kelurahan : [………………………………]
- Jalan : [………………………………]
Berdasarkan alat bukti berupa: […………………………… }

Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun: [………………]
Nomor [………………………………..]
terletak di: [……………...………………………………..]
- Propinsi : [………………………………]
- Kabupaten/kotamadya : [………………………………]
- Kecamatan : [………………………………]
- Desa/kelurahan : [………………………………]
- Jalan : [………………………………]
yang diperoleh pemegang hak berdasarkan: [………………]
- Hak […………………………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

Sertifikat dan bukti kepemilikan yang disebutkan di atas diserahkan kepada saya, PPAT, untuk keperluan pendaftaran hak, pendaftaran peralihan hak, dan pendaftaran hak tanggungan yang diberikan dengan akta ini :[………………]
Pemberian hak tanggungan tersebut di atas meliputi juga:

-  […………….........……….]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
Untuk selanjutnya hak atas tanah/hak milik atas satuan rumah susun dan benda-benda lain tersebut diatas disebut sebagai obyek hak tanggungan yang oleh PIHAK PERTAMA dinyatakan sebagai miliknya [……………………………….].

Para pihak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa pemberian hak tanggungan tersebut disetujui dan diperjanjikan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1

PIHAK PERTAMA menjamin bahwa semua obyek hak tanggungan tersebut di atas, betul milik PIHAK PERTAMA,tidak tersangkut dalam suatu sengketa, bebas dari suatu sitaan dan bebas pula dari beban-beban atau pun yang tidak tercatat: [……………………………..]

PASAL 2

Hak tanggungan tersebut di atas diberikan oleh PIHAK PERTAMA dan diterima oleh PIHAK KEDUA dengan janji-janji yang disepakati oleh kedua belah pihak sebagaimana diuraikan di bawah ini: [……………………………………………………].
- Debitor dapat melakukan pelunasan utang yang dijamin dengan hak tanggungan di atas, dengan cara asuransi yang besarnya sama dengan nilai masing-masing hak atas tanah yang merupakan bagian dari obyek hak tanggungan yang akan disebut di bawah ini, dan yang akan dibebaskan dari hak tanggungan tersebut, sehingga kemudian hak tanggungan tersebut hanya membebani sisa obyek hak tanggungan untuk menjamin sisa utang yang belum dilunasi: [……………………] obyek hak tanggungan. dengan nilai Rp [………………]
obyek hak tanggungan dengan nilai Rp [………………]
obyek hak tanggungan dengan nilai Rp [………………]
- Dalam hal obyek hak tanggungan kemudian dipecah sehingga hak tanggungan membebani beberapa hak atas tanah, debitor dapat melakukan pelunasan utang yang dijamin hak tanggungan, dengan cara asuransi yang besarnya sama dengan nilai masing-masing hak atas tanah tersebut , yang akan dibebankan dati hak tanggungan ini hanya membebani sisa obyek hak tanggungan untuk menjamin sisa utang yang belum dilunasi. Nilai masing-masing hak atas tanah yersebut berdasarkan kesepakatan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA: [..............].
- PIHAK PERTAMA tidak akan menyewakan kepada pihak lain obyek hak tanggungan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PIHAK KEDUA, termasuk menentukan atau mengubah jangka waktu sewa dan/atau menerima uang sewa dimuka jika disetujui disewakan atau sudah disewakan [……………].
- PIHAK PERTAMA tidak akan mengubah atau merombak semua bentuk atau tata susunan obyek hak tanggungan, termasuk mengubah sifat dan tujuan kegunaannya baik seluruhnya maupun sebagian, tanpa persetujuan tertulis dahulu dari PIHAK KEDUA: [………………………………………………………..].
- Dalam hal debitor sungguh-sungguh cidera janji, Pihak KIedua oleh PIHAK PERTAMA dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk mengelolah obyek hak tanggungan berdasarkan penetapan ketua pengadilan negeri yang daerah hukumnya meliputi letak obyek hak tanggungan yang bersangkutan: [……………………………………………...].
- Jika debitor tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi utangnya, berdasarkan perjanjian utang-piutang tersebut di atas, oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA selaku pemegang hak tanggungan Peringkat Pertama dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk tanpa persetujuan terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA:[………….].
a. Menjual atau suruh menjual dihadapan umum secara lelang Obyek hak tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian-sebagian:[…………….].
b. Mengatur dan menetapkan waktu, tempat, cara dan syarat-syarat penjualan […................}.
c. Menerima uang penjualan, menandatangani dan menyerahkan kwitansi:[……........]
d. Menyerahkan apa yang dijual itu kepada pembeli yang bersangkutan.
e. Mengambil dari uang hasil penjualan itu seluruhnya atau sebagian untuk melunasi utang debitor tersebut diatas:[……………………………………].
f. Melakukan hal-hal lain yang menurut undang-undang dan peraturan hokum yang berlaku diharuskan atau menurut pendapat PIHAK KEDUA perlu dilakukan dalam rangka melaksanakan kuasa tersebut:[…………………………].
- PIHAK KEDUA sebagai pemegang hak tanggungan pertama atas obyek hak tanggungan tidak akan membersihkan hak tanggungn tersebut kecuali dengan persetujuan pemenang hak tanggungan kedua dan seterusnya, walaupun sudah dieksekusikan untuk pelunasan piutang pemegang hak tanggungan pertama: […………………………………………………]
- Tanpa persetujuan yertulis terlebih dahulu dari PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA tidak akan melepas haknya atas o byek hak tanggungan atau mengalihkannya secara apapun untuk kepentingan Pihak Ketiga [………………]
- Dalam hal obyek hak tanggungan dilepaskan haknya oleh PIHAK PERTAMA atau dicabut haknya untuk kepentingn umum,sehingga hak PIHAK PERTAMA atas obyek hak tanggungan berakhir, PIHAK KEDUA dengan akta ini oleh PIHAK PERTAMA diberi dan dinyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk menuntut atau menagih dan menerima uang ganti rugi atau segala sesuatu yang karena itu dapat ditagih dari pemerintah dan/dari Pihak Ketiga lainnya untuk itu menandatangani dan menyerahkan tanda penerima uang dan melakukan tindakan-tindakan yang perlu dan berguna serta dipandang baik oleh PIHAK KEDUA serta selanjutnya mengambil seluruhnya atau sebagian uang ganti rugi dan lain-lainnya tersebut guna pelunasan piutangnya [………...].
-PIHAK PERTAMA akan mengasuransikan obyek hak tanggungan terhadap bahaya-bahaya kebakaran dan malapetaka lain yang dianggap perlu oleh PIHAK KEDUA dengn syarat-syarat untuk suatu jumlah pertanggungan yang dipandang cukup oleh PIHAK KEDUA pada perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA, dengan ketentuan surat polis asuransi yang bersangkutan akan disimpan oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA akan membayar premi pada waktu yang sebagaimana mestinya Dalam hal terjadi kerugian karena kebakaran atau malapetaka lain atas obyek hak tanggungan PIHAK KEDUA dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk menerima seluruh atau sebagian uang ganti kerugian asuransi yang bersangkutan sebagai pelunasan utang debitor: […………………….].
- PIHAK KEDUA dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan dan untuk itu kuasa untuk atas biaya PIHAK PERTAMA, melakukan tindakan yang di perlukan untuk menjaga dan mempertahankan serta menyelamatkan obyek hak tanggungan,jika hal itu diperlukan untuk pelaksanaan eksekusi atau untuk mencegah menjadi hapusnya atau dibatalkannya hak atas obyek hak tanggungan karena tidak dipenuhinya atau dilanggarnya ketentuan undang-undang serta jika diperlukan mengurus perpanjangan jangka waktu dan pembauran hak atas tanah yang menjadi obyek hak tanggungan: [……………….].
- Jika PIHAK KEDUA mempergunakan kekuasaannya untuk menjual obyek hak tanggungan, PIHAK PERTAMA akan memberikan kesempatan kepada yang berkepentingan untuk melihat obyek hak tanggungan yang bersangkutan pada waktu yang ditentukan oleh PIHAK KEDUA dan segera mengosongkan atau suruh mengosongkan dan menyerahkan obyek hak tanggungan tersebut kepada PIHAK KEDUA atau Pihak yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA agar selanjutnya dapat menggunakan dalam arti kata yang seluas-luasnya: […………………………]
- Sertifikat tanda bukti hak atas tanah yang menjadi obyek hak tanggungn akan diserahkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA untuk disimpan dan dipergunakan oleh PIHAK KEDUA dalam melaksamakan hak-haknya sebagai pemegang hak tanggungan dan untuk itu PIHAK PERTAMA dengan akta ini memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA untuk menerima sertifikat tersebut dari kantor Pertahanan setelah hak tanggungan ini didaftar [………………………..]. [………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]
[………………………………]

PASAL 3

Untuk melaksanakan janji-janji dan ketentuan-ketentuan sebagaimana diuraikan dalam PASAL-PASAL, PIHAK PERTAMA dengan akta ini memberikan kuasa kepada PIHAK KEDUA, yang menyatakan menerimanya untuk menghadap dihadapan pejabat-pejabat pada instansi yang berwenang, memberikan keterangan, menandatangani surat/formulir, menerim segala surat berharga yang lain surat serta membayar semua biaya dan menerima segala uang pembayaran serta melakukan segala tindakan yang perlu dan berguna untuk melaksanakan janji-janji dan ketentuan-ketentuan tersebut: [……………………………….].

PASAL 4

Para pihak dalam hal-hal mengenai hak tanggungan tersebut di atas dengan segala akibatnya memilih domisili pada [………………………………………….………]

PASAL 5

Biaya pembuatan akta ini, uang saksi dan segala biaya mengenai pembebanan hak tanggungan tersebut di atas dibayar oleh: [………………………………………]
Akhirnya hadirin juga di hadapan saya, dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang sama dan akan disebutkan pada akhir akta ini [……………………………………………..]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]

yang menerangkan telah mengetahui apa yang diuraikan di atas dan menyetujui pemberian hak tanggungan dalam akta ini [………………………………………………..].
Demikianlah akta ini dibuat dihadapan para pihak dan: […………………………………..].
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]
- [………………………………]

Sebagai saksi-saksi dan setelah dibacakan serta dijelaskan, maka sebagai berikut kebenaran pernyataan yang dikemukakan oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA tersebut diatas, akta ini ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA, para saksi dan saya, PPAR, sebanyak 2 (dua) lembar in originali, satu lembar disimpan di kantor saya, sedangkan lembar lainnya disimpan kepada Kepala Kantor Pertahanan Kabupaten/Kotamadya [………….....................].

PIHAK PERTAMA                                             PIHAK KEDUA
[………………….]                                                  [……………………]

Persetujuan [….....................]              Persetujuan [.............................]

[............................................]             [..................................................]

Saksi Saksi

[………………………] [……………………………]

Pejabat Pembuat Akta Tanah

[.................................................]

Categories: Uncategorized Tags: